Wednesday, December 12, 2018

Apa itu Batu Mulia?

Banyak orang yang masih belum bisa membedakan antara batu mulia dengan batu permata. Masih banyak sekali orang yang menganggap bahwa batu mulia itu sama dengan batu permata. Menurut definisinya, batu mulia adalah segala macam batu batuan, mineral dan bahan alam lainnya yang diproses dengan sentuhan tehnologi agar menjadi indah dan memiliki ketahanan serta nilai jual yang tinggi.

Batu mulia memiliki sistem pengkristalan tersendiri. Pengkristalan tersebut bisa saja berbeda dengan batu mulia lainnya bahkan bisa juga sama. Sistem pengkristalan tersebut yang nantinya akan sangat mempengaruhi bentuk batu mulia yang dihasilkan. Namun yang jelas, pengkristalan tersebut memiliki masa sismetris dengan bentuk geometris yang sangat tegas. Ada juga batu yang sama sekali tidak mengalami sistem pengkristalan, yaitu batu kalimaya.

 Pada dasarnya ada dua jenis pengkristalan yang terjadi pada bat mulia. Tipe pertama adalah sistem pengkristalan di tempat tempat yang terdapat bebatuan yang mencair dan membeku secara perlahan lahan, maka sistem pengkristalan semacam itu akan menghasilkan batu mulia dalam ukuran yang besar. Sedangkan tipe kedua adalah sistem pengkristalan yang terjadi di tempat tempat yang mempunyai proses pendinginan yang lebih cepat, maka sistme pengkristalan tersebut akan menghasilkan batu mulia yang berukuran kecil.

Batu mulia terdiri dari berbagai macam. Salah satu kriteria klasifikasi batu mulia adalah berdasarkan sistem pengkristalannya yaitu sebagai berikut :

1. Monoklinik, yaitu sistem pengkristalan yang memiliki tiga sumbu simetris namun berbeda potongan dan panjangnya, yaitu satu sumbu memotong dengan sudut miring dan dua diantara sumbu bersilangan pada sudu 90 derajat dan saling tegak lurus pada sudut ketiga. Salahn satu contohnya adalah batu giok.

2. Triklinik, yaitu sistem pengkristalan dengan tiga sumbu simetri yang berbeda beda dan berpotongan secara tidak beraturan. Namun meskipun demikian, masing masing sumbu akan saling bersilangan pada sudut selain 90 derajat. Contoh batu mulia yang terjadi karena sistem pengkristaan triklinik adalah pirus.

3. Ortorombik, yaitu sistem pengkristalan dengan tiga sumbu simetri yang terdiri atas empat bentuk dan saling tegak lurus. Keempat bentuk tersebut berpusat pada muka, berpusat pada badan, berpusat pada dua sisi ortorombik. Salah satu contoh batu mulia yang terbentuk karena sistem pengkristalan ortorombik adalah topaz.

4. Tetragonal, yaitu sistem pengkristalan yang memiliki tiga sumbu yang berbentuk potongan tegak lurus dengan sudut sebesar 90 derajat, namun satu diantaranya tidak sama panjang. Salah satu conntoh batu mulia yang terbentuk karena sistme pengkristalan tetragonal adalah zircon.

5. Heksagonal, yaitu sistem pengkristalan yang memiliki empat sumbu simetris dengan tiga sumbu dan ketiga sumbu mengarah horisontal yang saling bersilangan denan sudut 60 derajat, kemudian sumbu keempat memotong tegak lurus pada ketiga sumbu horisontal tersebut, salah satu contoh batu mulia yang merupakan hasil pengkristalan heksagonal adalah zamrud dan turmalin.

6. Isometris (Kubus), yaitu sistem pengkristalan yang memiliki tiga sumbu sama panjang, 12 rusuk dan juga 8 titik sudut. Sistem pengkristalan ini diberi nama isometris karena memiliki bentuk yang mirip dengan kubus. Salah satu contohnya adalah berlian.

No comments:

Post a Comment